Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Buku Jembatan Cintaku

Aku telah lulus dari sebuah SMA ternama, orang-orang biasa memanggilku melody (Melody Kistari). Dan saat ini aku sedang ingin melanjutkan sekolah ku di sebuah perguruan tinggi negeri. Aku berhijab ya… walau bayak yang mengatakan bahwa aku tak seanggun perempuan-perempuan berhijab yang lain tapi aku selalu berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi. Kegiataan ku sehari-hari sama seperti oarang lain belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah, selain itu aku juga hobi membaca buku aku selalu pergi ke perpustakaan umum untuk meminjam buku-buku. Suatu hari ketika kau sedang memilih buku untuk meminjamnya, aku tak sengaja saling tarik menarik buku dengan seseorang. Dia orang yang baik dan ramah, namanya Zero satriawan. Aku dan dia saling memperkenalkan diri kami masing-masing, kami mencari buku yang ingin kami baca bersama-sama. Kami pergi ke sebuah taman kota dan berbincang banyak, aku dan dia sama-sama suka membaca. Kami berteman hingga akhirnya akrab, kami memutuskan untuk tidak meng...

Senja Telah Tiba

            Siang itu, tak seperti biasanya Gilang, sahabat karibku, mengajakku jalan-jalan sepulang sekolah.             “Fik, kau tak punya acara kan?” Tanyanya             “Engga kok. Emangnya kenapa?”             “Kamu mau temenin aku pergi jalan-jalan. Ntar aku traktir deh.” Kata traktir itu seakan membiusku.             “Beneran nih? Okelah. Tapi kemana?”             “Aku mau ke pantai nih. Tapi sebelum itu kita bisa ke mall dulu.”             “Sip. Yuk brangkat.”             “Thanks” Dia tersenyum. Sebuah senyuman yang tak pernah k...

Belum Terlambat

                Pagi itu, awan-awan kelabu seperti berbaris menghalangi sang surya untuk menyinari bumi ini. Aku terduduk termenung di depan sebuah jendela di dalam kamarku. Setelah mendengar kabar tentang kepergiannya, aku merasa sangat malas. Seminggu yang lalu, Lily memberitahuku akan kepergiannya ke negri paman sam. Dikarenakan ayahnya yang pindah ke Amerika itu, mau tak mau dia harus pergi mengikuti ayahnya ke negri itu.                 Hubunganku dengan dia cuma sebatas teman saja, setidaknya hingga satu bulan yang lalu. Setelah itu, entah mengapa aku merasakan benih benih cintaku mulai tumbuh dengan sendirinya. Juga, aku rasakan sikapku kepadanya sedikit berbeda. Namun, semenjak perkataannya seminggu yang lalu, entah mengapa aku merasa marah kepadanya. Sudah seminggu ini aku tak menyapanya, bahkan tidak pernah sekedar menguca...

Kado Spesial Untukku

                Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-17. Kebetulan, hari ini hari minggu, jadi, aku tidak terlalu terikat dengan jadwal yang super padat. Di pagi hari, Amel, Sahabat karibku sejak kecil, datang ke rumahku hanya untuk memberikan sebuah kado kecil untukku.                 “Hai, Tyo! Selamat ulang tahun ya!” Katanya seraya memberiku sebuah kado kecil yang sangat tipis.                 “Hai! Terima kasih ya.” Akupun mengambil kado itu.                 “Boleh kubuka?” Tanyaku. Dia mengangguk setuju.                 Pelan-pelan, ku buka kado kecil itu. Aku tak berani menyobeknya karena d...

Misteri di Hari Penerimaan Murid Baru

Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah baruku, SMA Doremi. Aku sudah tidak sabar untuk mengikuti upacara penerimaan siswa baru. SMA Doremi merupakan salah satu sekolah paling faforit di daerahku. Jadi, tak heran apabila aku sangat bersemangat untuk mulai belajar di sini. Aku berdiri terpaku di depan gerbang sekolahku, menikmati kegagahan sekolah baruku. Entah mengapa aku merasa kalau sekolah ini sangatlah luas, atau mungkin sangat keren. Mungkin karena arsiteksturnya yang seperti di film-film yang pernah aku tonton. Ditengah lamunanku, aku dikejutkan dengan sebuah suara yang sangat lembut menyapaku. “Hai! Kamu murid baru ya?” sebuah suara memanggilku dari belakang.  Segera saja aku meoleh ke belakang. Ku lihat, ternyata yang memanggilku adalah Melody, seorang idola di sekolahku dulu. Aku dan dia bersekolah di sekolah yang sama. Bedanya, dia adalah seorang idola yang dikagumi para siswa, sedangkan aku hanyalah seorang kutu buku yang selalu ada di perpustakaan. Sungg...